Workshop OBE dan KBC, Komitmen Prodi IAT UIN Syahada Tingkatkan Mutu Kurikulum
PADANGSIDIMPUAN — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap M.Ag.
Dalam Sambutannya Rektor menyampaikan bahwa penerapan Outcome-Based Education (OBE) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) harus dipahami sebagai langkah strategis untuk memastikan proses pendidikan benar-benar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan profil dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
“Kurikulum jangan hanya dipandang sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen utama dalam memastikan proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi. Karena itu, setiap capaian pembelajaran harus diterjemahkan secara jelas dalam proses pembelajaran, mata kuliah, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi.”
Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu kurikulum dan proses pembelajaran pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, khususnya dalam memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran, proses pendidikan, serta kompetensi yang diharapkan dimiliki lulusan.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Novizal Wendry, S.Th.I., M.A. sebagai pemateri. Beliau merupakan akademisi, peneliti, dan Guru Besar bidang Ilmu Hadis pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang.
Prof. Novizal Wendry dikenal melalui kepakarannya dalam studi Islam, khususnya kajian dinamika teks hadis, manuskrip atau naskah kuno, serta perkembangannya dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat Minangkabau.
Kehadiran Prof. Novizal memberikan perspektif akademik dalam pembahasan pengembangan kurikulum Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Workshop menjadi ruang untuk mendiskusikan bagaimana kurikulum dapat dirancang secara lebih terarah dengan memperhatikan capaian pembelajaran serta perkembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE), proses pendidikan diarahkan pada capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran. Karena itu, penyusunan kurikulum tidak hanya berorientasi pada materi yang diberikan, tetapi juga pada kompetensi dan kemampuan yang dihasilkan.
Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Dr. Ahmatnijar, M.Ag., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Penguatan kurikulum menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan arah dan tujuan program studi.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Nada Putri Rohana, M.JH., menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kurikulum yang relevan, berbasis capaian, dan selaras dengan kebutuhan perkembangan keilmuan.Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan terus mendorong pengembangan kurikulum yang berbasis cinta, relevan dengan perkembangan keilmuan, dan berorientasi pada kompetensi lulusan.Menurutnya, penerapan OBE dan KBC membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur akademik. Karena itu, hasil workshop diharapkan dapat menjadi pijakan dalam penyempurnaan kurikulum sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan terus mendorong pengembangan kurikulum yang berbasis OBE dan KBC, relevan dengan perkembangan keilmuan, dan berorientasi pada kompetensi lulusan.






