Temu Ramah Akbar HMPS HTN UIN Syahada: Berbeda Generasi, Berpijak pada Satu Identitas, Bertumbuh dalam Satu Solidaritas

Padangsidimpuan, 24 Oktober 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, menggelar Temu Ramah Akbar pada Sabtu (24/10/2026) di Aula Biro UIN Syahada Padangsidimpuan. Mengusung tema “Berbeda Generasi, Berpijak pada Satu Identitas, Bertumbuh dalam Satu Solidaritas,” kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antargenerasi mahasiswa dan alumni, memperkuat identitas keilmuan, serta membangun solidaritas dalam keluarga besar Hukum Tata Negara.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Ahmatnijar, M.Ag. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi atas inisiatif HMPS Hukum Tata Negara dalam menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya memperkuat hubungan kekeluargaan, tetapi juga mendorong pengembangan wawasan dan kemampuan akademik mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa Hukum Tata Negara perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap konstitusi, sistem pemerintahan, serta dinamika hukum dan ketatanegaraan di Indonesia. Menurutnya, perbedaan generasi bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan, melainkan kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan meneruskan nilai-nilai positif dalam lingkungan akademik.

“Mahasiswa Hukum Tata Negara harus memiliki wawasan yang luas, daya kritis, dan kemampuan menyampaikan argumentasi secara ilmiah. Saya berharap Temu Ramah Akbar ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat identitas keilmuan, menjaga solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan antara mahasiswa dan alumni,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Darania Anisa, M.H. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kegiatan akademik dan organisasi dalam membentuk karakter, kompetensi, serta kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan hukum dan ketatanegaraan.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang mempertemukan pengalaman para alumni dengan semangat dan gagasan baru dari mahasiswa. Dengan demikian, hubungan antara mahasiswa, alumni, dan program studi dapat terus terpelihara serta berkembang menjadi kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan akademik Hukum Tata Negara.

Sementara itu, Ketua HMPS Hukum Tata Negara, Aldi Ramadana Siregar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Temu Ramah Akbar ini diselenggarakan sebagai upaya mempererat hubungan kekeluargaan dalam keluarga besar HTN. Tema yang diangkat merefleksikan bahwa meskipun mahasiswa dan alumni berasal dari generasi yang berbeda, semuanya memiliki identitas keilmuan yang sama dan tanggung jawab untuk menjaga solidaritas.

Melalui kegiatan ini, HMPS HTN berharap tercipta komunikasi yang lebih erat antara mahasiswa lintas angkatan dan alumni, sekaligus membuka ruang untuk bertukar pengalaman, gagasan, serta pandangan mengenai perkembangan Hukum Tata Negara.

Dalam laporannya Ketua Panitia, Luthfi Abdullah Batubara, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Hukum Tata Negara serta perwakilan HMPS dari program studi lain di lingkungan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Partisipasi tersebut diharapkan semakin memperluas jaringan silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antarmahasiswa.

Temu Ramah Akbar ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Rahma Sari, M.H. dan Miranda Nasati Pohan, M.H., yang diperkenalkan sebagai alumni Hukum Tata Negara. Kehadiran keduanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan aktual yang berkaitan dengan bidang Hukum Tata Negara.

Diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta bertukar gagasan dalam mengkaji berbagai isu HTN. Suasana diskusi yang interaktif memperlihatkan semangat mahasiswa untuk memperdalam pemahaman terhadap persoalan konstitusi, sistem ketatanegaraan, dan perkembangan hukum di Indonesia.

Antusiasme peserta menjadikan kegiatan ini tidak sekadar sebagai ajang temu ramah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran gagasan lintas generasi. Pengalaman yang dibagikan para pemateri berpadu dengan pemikiran kritis mahasiswa, sehingga tercipta dialog yang memperkaya wawasan dan memperkuat hubungan antara mahasiswa dengan alumni.

Melalui Temu Ramah Akbar ini, HMPS Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan berharap semangat kebersamaan dan solidaritas dapat terus tumbuh di tengah perbedaan generasi. Berlandaskan identitas keilmuan yang sama, mahasiswa dan alumni diharapkan mampu membangun sinergi, menjaga kekompakan, serta berkontribusi dalam mengembangkan budaya akademik yang kritis, inklusif, dan berintegritas.

Dengan semangat “Berbeda Generasi, Berpijak pada Satu Identitas, Bertumbuh dalam Satu Solidaritas,” Temu Ramah Akbar ini menjadi pengingat bahwa kekuatan keluarga besar Hukum Tata Negara terletak pada kemauan untuk saling mengenal, menghargai perbedaan, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama.