Prodi HKI dan HES UIN Syahada Perkuat Kurikulum OBE Berbasis Cinta melalui Workshop Daring
Padangsidimpuan — Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) secara daring pada 20 Oktober 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik melalui pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan penguatan nilai-nilai cinta dalam pendidikan.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag. dari UIN Sumatera Utara (UIN SU) sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan penguatan konseptual dan masukan akademik bagi kedua program studi dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi serta perkembangan masyarakat.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Nur Azizah, M.A., yang hadir mewakili Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan.
Dalam sambutannya, Dr. Nur Azizah, M.A. menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter, nilai-nilai etika, dan kemanusiaan. Melalui integrasi OBE dan Kurikulum Berbasis Cinta, kita berharap dapat melahirkan lulusan yang kompeten di bidang keilmuannya, berintegritas, serta mampu mengamalkan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap workshop tersebut dapat menjadi ruang akademik yang produktif bagi kedua program studi untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga karakter yang kuat dan kepedulian terhadap sesama.
Pendekatan Outcome Based Education (OBE) menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, dan evaluasi hasil belajar dirancang secara sistematis untuk memastikan tercapainya kompetensi lulusan.
Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menekankan pengintegrasian nilai-nilai kasih sayang, empati, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pendidikan. Perpaduan kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, etika, serta kepedulian sosial.
Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Puji Kurniawan, MA.Hk., dan Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Nurhotia Harahap, M.H., diharapkan dapat terus mendorong pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan keilmuan dan tantangan dunia kerja. Nama dan jabatan kedua ketua program studi tersebut perlu disesuaikan dengan pejabat yang menjabat pada saat kegiatan tahun 2024.
Kedua program studi berharap workshop ini dapat menjadi langkah konkret dalam menyelaraskan capaian pembelajaran dengan pembentukan karakter mahasiswa. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai keilmuan hukum keluarga Islam dan hukum ekonomi syariah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai etika, keadilan, tanggung jawab, dan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, Prodi Hukum Keluarga Islam dan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Syahada Padangsidimpuan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang terarah, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan.

