Revolusi Kurikulum Hukum! Prodi HTN Fakultas Syariah UIN Syahada Padangsidimpuan Sukses Satukan Kerangka OBE dan Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta Demi Cetak Yuris Konstitusi Masa Depan

PADANGSIDIMPUAN – Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dikombinasikan dengan inovasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Acara berskala akademik ini berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Workshop ini diselenggarakan khusus untuk merespons dinamika perkembangan dunia hukum, teknologi, serta integrasi karakter kemanusiaan ke dalam sistem pembelajaran tinggi di era Society 5.0. Langkah penyesuaian kurikulum ini menjadi bagian komitmen mutu akademik berkelanjutan dari prodi dalam mencetak profil lulusan sarjana hukum yang kompeten, beretika, dan responsif.

Kegiatan penting ini dihadiri langsung secara lengkap oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi fakultas, mulai dari Dekan FASIH UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Ahmatnijar, M.Ag., serta didampingi penuh oleh jajaran pimpinan rektorat tingkat fakultas periode 2026–2030, yaitu Dr. Adi Syahputra Sirait, M.H.I. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan), Dr. Nur Azizah, S.Ag., M.A. (Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan), serta Dr. Mardona Siregar, M.H. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama). Kehadiran formasi lengkap unsur pimpinan ini mencerminkan besarnya dukungan moral serta komitmen institusi terhadap pembenahan kualitas program studi secara struktural. Acara dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Darania Anisa , M.H.

Dalam sambutannya, Dekan FASIH UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Ahmatnijar, M.Ag., menekankan pentingnya rekonstruksi kurikulum yang adaptif dan bernilai luhur. “Kurikulum OBE yang dipadukan dengan konsep KBC ini adalah langkah strategis kita untuk melahirkan sarjana hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual dan kompetensi praktis, tetapi juga memiliki kedalaman moral serta kepekaan sosial. Proses akademik di FASIH harus berlandaskan pada pendekatan yang humanis dan penuh tanggung jawab etis,” ujar Dekan.

Untuk mengupas tuntas formulasi kurikulum modern ini, panitia menghadirkan pakar kurikulum perguruan tinggi keagamaan Islam, Dr. Ulya Atsani, S.H., M.Hum., sebagai narasumber utama. Beliau merupakan pakar penjaminan mutu kurikulum PTKIN yang saat ini aktif mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan memiliki rekam jejak mendalam di bidang tata kelola mutu akademik serta riset ilmu hukum hukum publik.

Dalam pemaparannya, Dr. Ulya Atsani menjabarkan bagaimana implementasi standar OBE menuntut setiap mata kuliah berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang jelas dan terukur, baik secara kemampuan kognitif maupun keahlian praktis hukum lapangan. Lebih lanjut, ia juga memaparkan irisan filosofis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Integrasi ini menitikberatkan pada proses pengajaran humanis, pembentukan karakter, empati, keadilan sosial, serta internalisasi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di ruang-ruang kelas. Perpaduan konsep OBE dan KBC diharapkan menghasilkan lulusan praktisi maupun akademisi Hukum Tata Negara yang tidak hanya cerdas secara nalar hukum, tetapi juga memiliki integritas serta moralitas luhur dalam membela hak masyarakat sipil.

Beliau menekankan bahwa nilai-nilai KBC seperti empati, keadilan sosial, dan integritas teoantropoekosentris—tidak boleh sekadar menjadi jargon, melainkan harus diwujudkan dalam rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada aspek Sikap dan Keterampilan Khusus. Lebih lanjut, beliau memaparkan cara menyusun indikator kinerja yang konkret (measurable & observable) melalui rubrik penilaian berbasis portofolio dan case method, sehingga karakter “cinta penegakan keadilan” pada mahasiswa Hukum Tata Negara dapat diukur secara akademik saat mereka melakukan analisis konstitusional maupun legal drafting.

Ketua Prodi HTN FASIH, Darania Anisa, M.H., menyampaikan harapan besarnya terkait masa depan program studi pasca-workshop ini. “Harapan kami, draf kurikulum hasil luaran workshop ini dapat segera diaplikasikan secara optimal pada kalender akademik mendatang. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa Hukum Tata Negara mendapatkan pengalaman belajar terbaik yang menyelaraskan teori hukum publik, keterampilan praktis yudisial, serta pondasi moralitas yang kuat sehingga mereka siap diserap oleh dunia kerja profesional serta mampu melayani masyarakat dengan hati,” ungkap Darania Anisa.

Penyusunan dan pemajuan kurikulum ini turut dikawal melalui diskusi intensif yang melibatkan para ketua program studi di lingkungan FASIH, di antaranya Puji Kurniawan, M.Hk (Kaprodi HKI), Nurhotia Harahap, M.H (Kaprodi HES), Risalan Basri Harahap, M.A (Kaprodi HPI), dan Nada Putri Rohana, M.H (Kaprodi IAT), serta Hendra Gunawan, M.A selaku Kalab.

Workshop ini juga diikuti secara interaktif oleh barisan dosen perwakilan serta delegasi mahasiswa yang akan menjadi motor penggerak transformasi kurikulum ini di kelas. Adapun peserta kegiatan ini adalah:

  1. Dr. Mardona Siregar, M.H
  2. Dermina Dalimunthe, M.H
  3. Khoiruddin Manahan Siregar, M.H
  4. Dr. Kholidah, M.A
  5. Abdul Aziz Harahap, M.A
  6. Rahma Sari, M.H
  7. Rahmad Fahriansyah, M.Kn
  8. Miranda Nasati Pohan, M.H
  9. Toguan Rambe, M.Pem.I
  10. Nindi Aliska Nasution, M.H
  11. Santi Marito Hasibuan, M.A
  12. Nabila Choirunnisa, M.H
  13. Nur Aminah, M.A
  14. Sawaluddin Siregar, M.A
  15. Badai Husain Hasibuan, M.H.I

Daftar Mahasiswa :

  1. Ananda Mutiara Sakinah (MC)
  2. Aldi Ramadana Siregar (Smt. 7)
  3. Al Akhyar P Siregar (Smt. 7)
  4. Mahddin Hsb (Smt. 5)
  5. Nuraisah Hasibuan (Smt. 5)
  6. Nanda Saputra (Smt. 3)
  7. Indri Natasya Siregar (Smt. 3)

Draf kurikulum hasil luaran workshop ini nantinya akan segera disosialisasikan dan diselaraskan dengan standar penjaminan mutu fakultas agar relevansi kompetensi lulusan berjalan selaras dengan kebutuhan dunia kerja hukum publik dan tata negara.

Tentang FASIH UIN Syahada Padangsidimpuan:
Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan merupakan salah satu pilar akademik utama di lingkungan universitas yang berfokus pada integrasi ilmu syariah, hukum umum, dan nilai kemanusiaan teoantropoekosentris. Melalui program studi unggulannya seperti Hukum Tata Negara (HTN), FASIH berkomitmen melahirkan lulusan berwawasan global yang responsif terhadap dinamika hukum tata negara dan kebutuhan keadilan sosial masyarakat sipil.