Mahasiswa HTN FASIH Torehkan Prestasi di Ajang International Conference
Pekalongan, 24 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH), kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam forum akademik internasional. Ananda Mutiara Sakinah, mahasiswa Prodi HTN, berhasil tampil sebagai presenter dalam Call for Paper International Conference pada Musyawarah Nasional (Munas) APHUTARI ke-III yang diselenggarakan di Pekalongan.
Dalam forum ilmiah tersebut, Ananda mempresentasikan artikel berjudul “Ecological and Indonesia’s Green Constitution: Reconstructing Environmental Rights through Constitutional Court Jurisprudence.” Presentasi dilaksanakan secara daring di hadapan peserta yang terdiri atas akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi.
Keikutsertaan Ananda dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FASIH, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, mampu menunjukkan kapasitas akademik dan berkompetisi dalam ruang ilmiah berskala internasional.
Artikel yang dipresentasikan mengangkat isu aktual mengenai penguatan hak atas lingkungan hidup dalam perspektif hukum tata negara Indonesia. Kajian tersebut menelaah sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi untuk melihat bagaimana konsep Indonesia’s Green Constitution dapat dikembangkan dan direkonstruksi sebagai instrumen dalam memperkuat perlindungan hak konstitusional masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Tema tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan hukum kontemporer. Persoalan lingkungan hidup tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan ekologis, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari diskursus mengenai hak asasi manusia, konstitusi, kebijakan negara, dan keberlanjutan pembangunan.
Partisipasi mahasiswa HTN dalam konferensi internasional ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan di lingkungan FASIH tidak hanya berorientasi pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan penelitian, penulisan ilmiah, berpikir kritis, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan pada forum akademik yang lebih luas.
Melalui forum tersebut, Ananda mampu membawa hasil kajiannya ke ruang diskusi yang melibatkan berbagai kalangan akademisi. Kehadirannya menjadi salah satu wujud kontribusi generasi akademisi muda dalam menawarkan perspektif hukum tata negara terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Prestasi ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Hukum Tata Negara dalam membangun budaya akademik yang produktif dan kompetitif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami persoalan kelembagaan negara dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga diharapkan mampu menghubungkan keilmuan hukum tata negara dengan berbagai isu global, termasuk perubahan iklim, perlindungan lingkungan, hak konstitusional warga negara, dan pembangunan berkelanjutan.
Program Studi Hukum Tata Negara FASIH memberikan apresiasi atas capaian Ananda Mutiara Sakinah dan terus mendorong seluruh mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi, kompetisi ilmiah, penelitian, dan publikasi diharapkan menjadi tradisi akademik yang terus dikembangkan. Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, aktivitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat eksistensi FASIH sebagai fakultas yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, dan keilmuan hukum yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Melalui partisipasinya dalam International Conference APHUTARI ke-III, Ananda Mutiara Sakinah telah menunjukkan bahwa mahasiswa HTN FASIH memiliki kemampuan untuk tampil dan berkontribusi dalam forum akademik internasional.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta berani membawa gagasan-gagasan hukum dari lingkungan FASIH ke ruang akademik yang lebih luas.
FASIH terus melangkah, berkarya, dan menghadirkan generasi akademisi hukum yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

